Tetanus, Penyebab dan Cara Pengobatannya

by Manggisan.Net

Paku adalah bahan yang tak tergantikan dalam dunia bangunan. Namun demikian, bahayanya juga tak kalah besar. Sangat mengherankan bahwa kita dapat membelinya secara bebas di toko bangunan dekat rumah kita. Padahal banyak orang beranggapan bahwa paku yang berkarat sangat berbahaya. Jika terluka olehnya maka akan terkena tetanus.

Ketika kita memaku, resiko palu mengenai jempol cukup besar. Demikian juga ketika kita mencoba memakai tembak-paku ternyata tidaklah lebih aman. Di internet cukup banyak berita yang meliput tentang cedera yang disebabkannya. Bahkan ketika Anda sedang di dalam mobil, resiko terkena musibah yang disebabkan oleh paku tetap ada. Dimulai dengan ban mobil misalnya.

Paku Berkarat

Foto: Paku Berkarat.

Tetanus Adalah …

Tetanus juga dikenal dengan sebutan lockjaw — (rahang terkunci) karena salah satu gejala awal adalah kontraksi otot sekitar area mulut, sehingga mulut menjadi kejang. Kontraksi otot tersebut dapat menjalar ke seluruh tubuh, bahkan terkadang saking hebatnya bisa menyebabkan patah tulang. Kejang dapat juga mengakibatkan sulit bernafas atau menelan sesuatu, serta termasuk gejala terkena tetanus adalah meneteskan air liur, marah-marah, demam, dan berkeringat.

Gejala-gejala ini biasanya muncul setelah 1 minggu sejak mulai terjangkit tetanus, meski dalam beberapa kasus juga terjadi hanya beberapa hari sesudah terjangkit, atau bahkan beberapa minggu sesudahnya. Tanpa perawatan, 1 dari 3 orang meninggal dikarenakan tetanus.

Vaksin tetanus biasanya sudah diberikan sejak masih bayi, namun efeknya dapat memudar sering dengan waktu. Oleh karena itu, orang dewasa sangat disarankan untuk imunisasi ulang setiap 10 tahun. Karena banyak orang yang enggan melakukannya, wajar jika 70 % kasus tetanus diderita oleh orang dewasa. Namun apakah benar-benar penyebabnya semata karena paku (atau benda lain) yang berkarat? Jika ya, mengapa bisa demikian? Dan jika bukan, lalu apa sebenarnya yang menyebabkan tetanus?

Penyebab Tetanus

Mitos yang mengatakan bahwa, “… kalau terkena paku karatan, kamu akan tetanus” adalah benar. Namun ingat, paku yang sangat bersih sekalipun, jarum jahit, atau sekedar cakaran binatang kesayangan juga dapat menyebabkan tetanus.

Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang biasanya sering ditemukan di tanah, debu, dan kotoran hewan. Karena itu tukang kebun dan petani berisiko tinggi terkena bakteri tersebut. Bakteri itu bahkan seringkali ditemukan di kulit mereka. Meskipun orang perkotaan juga tidak sepenuhnya aman. Jalanan berdebu juga bisa mengandung bakteri yang sama banyaknya.

Ketika berada di tanah ataupun kulit, bakteri C. tetani tidaklah berbahaya karena ia hanya dapat berkembang biak dalam lingkungan tanpa oksigen. Sebuah luka tusukan, seperti menginjak paku misalnya, dapat menjadi lingkungan yang demikian. Dalam luka, C. tetani melepaskan suatu neurotoxin yang dikenal dengan nama tetanospasmin, yang mungkin merupakan racun paling berbahaya nomor dua setelah botulinum. Hanya perlu sedikit tetanospasmin yang masuk ke syaraf untuk membuat otot berkontraksi sehingga orang tersebut kejang-kejang.

Luka tertusuk paku berkarat

Luka tertusuk paku berkarat. (Ilustrasi)

Karat sendiri sebenarnya tidaklah mengandung bakteri C. tetani. Namun bila paku telah berada di luar ruangan cukup lama sehingga menjadi berkarat, mungkin paku itu terkena tanah yang mengandung bakteri. Lubang-lubang karat memberi tanah ruang tersembunyi, dan luka tusukan yang dalam memberi C. tetani tempat untuk melakukan pekerjaannya. Setiap luka yang berhubungan dengan tusukan dapat menjadi alasan untuk khawatir, meskipun benda penyebab luka tusuk tersebut terlihat sangat bersih. Ini termasuk luka tembak dan tusukan pisau.

Meskipun yang paling berisiko terkena tetanus adalah luka yang dalam, jangan abaikan luka yang hanya di permukaan. Setiap luka, mulai dari menjahit jarum dan alat berkebun hingga gigitan dan goresan binatang, berpotensi menyebabkan tetanus. Orang yang melakukan tato atau tindik juga berisiko terkena tetanus, seperti halnya pengguna narkoba suntikan.

Pengobatan Luka Tetanus

Jika Anda menginjak paku berkarat atau mengalami luka yang serupa, ingatlah bahwa spora C. tetani tahan terhadap antiseptik yang digunakan untuk membersihkan luka. Anda harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan antitoksin yang dikenal sebagai Imunoglobulin Tetanus.

Antitoksin tersebut harus diberikan segera setelah cedera karena hanya bisa melawan racun yang sedang beredar, bukan tetanospasmin yang mungkin telah menempel pada saraf. Bila tidak segera diobati maka penderita berisiko mengalami seluruh tubuh menjadi kaku.

Pengobatan ketat mencakup obat penenang, pelemas otot, berhari-hari dihabiskan di lingkungan yang tidak menstimulasi (yang memberi waktu sistem saraf untuk memulihkan kesehatan) dan bahkan mungkin dilakukan operasi.

(howstuffworks.com)

Related Posts

Leave a Comment